Skip to content
Back to Blog
Drama Server Penuh: Cara Saya Hapus 25GB Sampah Docker & PM2 (Auto Lega!)
ServerDockerDevOps

Drama Server Penuh: Cara Saya Hapus 25GB Sampah Docker & PM2 (Auto Lega!)

February 16, 2026
Teguh Coding

Pernah nggak sih kalian lagi asik deploy aplikasi atau sekadar ngecek server, iseng ketik df -h, terus kaget lihat disk usage udah merah merona di angka 88%?

Itu yang barusan saya alami. Panik? Dikit. Penasaran? Pasti.

Padahal rasanya aplikasi yang jalan cuma sedikit, tapi kok storage 48GB hampir ludes? Setelah saya investigasi (ala detektif Linux), ternyata pelakunya adalah sisa-sisa image Docker dari eksperimen masa lalu dan... log file yang diam-diam membengkak sampai 8GB!

Di artikel ini, saya mau share langkah-langkah saya membersihkan server sampai berhasil "memulung" kembali 25 GB ruang penyimpanan. Dari yang tadinya sesak, sekarang jadi lega banget (turun ke 47%).

💡 Intermezzo Dikit: Rekomendasi VPS

Sebelum masuk ke teknis, buat teman-teman yang lagi cari VPS atau Cloud Hosting yang performanya kenceng tapi harganya masuk akal, saya sangat merekomendasikan Hostinger.

Saya sendiri pakai buat deploy macem-macem project (termasuk yang pakai Docker kayak di artikel ini). Setup-nya gampang, UI-nya clean, dan support-nya cepet.

👉 Coba Hostinger di sini (Dapet Diskon Tambahan lho!): https://hostinger.co.id?REFERRALCODE=XNITEGUHWTKA

Lumayan kan buat belajar deploy atau bikin portfolio! 😉

Oke, lanjut ke pembersihan!

1. Cek Biang Keroknya

Langkah pertama, jangan asal hapus. Kita harus tahu dulu folder mana yang makan tempat. Perintah andalan saya:

docker ps # Cek container apa aja yang jalan
df -h # Cek sisa disk secara umum

Ternyata, ada beberapa container dari project lama (seperti Bugsink dan Rybbit) yang sudah nggak saya pakai tapi masih "nangkring" di sana. Ditambah lagi, folder /var dan /root ukurannya mencurigakan.

2. Bersih-bersih Docker (The Biggest Junk)

Docker itu keren, tapi dia "rakus" kalau kita nggak rajin bersih-bersih. Setiap kali kita build atau pull image baru, layer lama seringkali nggak otomatis kehapus.

Langkah 1: Hapus Container & Image Tak Terpakai Saya hapus dulu aplikasi yang memang sudah fix nggak mau dipakai lagi:

docker rm -f nama_container_lama
docker rmi nama_image_lama

Langkah 2: Jurus Pamungkas (Docker Prune) Ini perintah magic. Dia bakal menghapus semua dangling images, build cache, dan stopped containers yang menuh-menuhin folder /var/lib/docker/overlay2.

Bash

docker system prune -a --volumes

⚠️ Peringatan: Hati-hati pakai perintah ini! Pastikan container penting (kayak database production atau n8n) kalian sedang jalan (UP). Kalau mereka mati, datanya bisa ikut kesapu bersih kalau nggak pakai volume yang benar.

Dari langkah ini aja, saya langsung dapet 12 GB free space. Overlay2 yang tadinya bengkak langsung kempes.

3. Misteri Folder Root & Log PM2

Setelah Docker bersih, saya cek lagi. Kok folder /root masih makan 10 GB? Padahal isinya harusnya cuma file konfigurasi kecil.

Saya cek pakai perintah ini untuk melihat file tersembunyi:

Bash

du -sh /root/.[!.]* /root/* | sort -h

Dan... Jeng jeng! Ketemu pelakunya: 📂 Folder .pm2 ukurannya 8.2 GB!

Ternyata, saya ada jalanin aplikasi Node.js pakai PM2, dan saya lupa setting rotasi log. Akibatnya, file output.log dan error.log terus nulis selama berbulan-bulan tanpa henti.

4. Solusi: PM2 Log Rotate

Untuk mengatasi ini, saya lakukan dua hal:

Pertama, buang log sampah yang sekarang (biar disk langsung lega):

Bash

pm2 flush

Kedua, pasang "satpam" biar kejadian ini nggak terulang:

Bash

pm2 install pm2-logrotate

Dengan modul ini, PM2 bakal otomatis motong file log kalau ukurannya udah 10MB (default). Jadi nggak bakal ada lagi cerita log file sampe berkiga-giga.

Hasil Akhir

Setelah drama bersih-bersih ini, hasilnya sangat memuaskan:

  • Sebelum: Disk Used 88% (Merah, bahaya!)
  • Sesudah: Disk Used 47% (Hijau, aman jaya!)
  • Total Space Reclaimed: ~25 GB

Server jadi enteng, hati pun tenang.

Pelajaran hari ini:

Rajin-rajinlah nengok server.

Jangan lupa docker system prune sesekali.

Kalau pakai PM2, wajib install pm2-logrotate di awal setup!

Semoga bermanfaat buat teman-teman yang servernya lagi "sesak napas"! Jangan lupa, kalau butuh server baru, cek link Hostinger di atas ya. Happy coding!

About the Author

Teguh Coding

A passionate Frontend Web Developer who loves building sleek, responsive user interfaces. Also writes tech articles and tutorials at teguhcoding.com, sharing insights and tips from real-world dev experience.