Kalau masih pakai browser untuk ngobrol sama AI, lo mungkin sedang bikin pekerjaan lebih lambat dari yang seharusnya. Bukannya simpel, workflow-browser sering bikin copy-paste, kehilangan konteks, dan obrolan yang tercecer di banyak tab. Pindah AI ke terminal? Itu bukan sekadar gaya — itu cara kerja yang bikin lo lebih cepat, lebih tertata, dan lebih bebas.
Mengapa terminal lebih unggul
1) Akses langsung ke file lokal
Terminal memberi AI akses ke folder proyek, file konfigurasi, skrip, atau catatan Obsidian lo. Gak perlu lagi copy-paste: AI bisa baca, edit, dan generate file langsung di repo.
2) Konteks yang permanen dan bisa disimpan
Alih-alih mengandalkan riwayat chat di server pihak ketiga, tools terminal biasanya menyimpan ringkasan konteks atau prompt sebagai file lokal (mis. gemini.md). Buka terminal di folder itu, AI langsung paham “di mana kita berhenti”.
3) Bebas dari vendor lock-in
Semua konteks tersimpan di hard drive milik lo. Mau pindah ke provider lain besok? Tinggal pakai file konteks yang sama — gak kehilangan sejarah pekerjaan proyek.
4) Multi-AI working together
Karena berbasis folder lokal, lo bisa menjalankan beberapa AI secara paralel (mis. Gemini untuk riset, Claude untuk menulis, Codex untuk generate kode) yang saling membaca file konteks bersama.
Tools terminal yang patut dicoba
- Gemini CLI — cocok buat mulai cepat, ada tier gratis, mudah instalasi, dan bisa hasilkan ringkasan otomatis ke Markdown.
- Claude + Agen — kalau mau kemampuan “agen latar belakang” (delegation) sehingga tugas berat dikerjakan tanpa membebani konteks utama. Cocok untuk pipeline kompleks tapi berbayar.
- Open-source / model lokal — ideal buat yang peduli privasi; jalankan model seperti Llama secara offline supaya data tetap di tangan sendiri.
Tips praktis untuk developer
- Treat everything like code: simpan perubahan AI ke git, beri commit message jelas, dan gunakan branch untuk eksperimen. Rollback gampang kalau perlu.
- Simpan ringkasan proyek: buat file README.md atau context.md yang selalu dibaca AI saat memulai sesi di folder proyek.
- Batasi akses jaringan: kalau AI butuh akses ke resource internal, pakai solusi zero-trust (contoh: Twingate) ketimbang VPN penuh supaya akses tetap terkontrol.
- Automasi tugas berulang: buat skrip bash atau Makefile yang memanggil CLI AI untuk generate template, unit tests, atau changelog otomatis.
Memindahkan workflow AI dari browser ke terminal memang sedikit butuh setup awal, tapi payoff-nya besar: efisiensi, kontrol, dan kebebasan berkolaborasi antar-alat. Coba satu proyek kecil dulu — misalnya refactor satu modul atau generate dokumentasi — lalu bandingkan rasanya. Ping gue kalau mau saya bikin tutorial langkah-per-langkah (instalasi Gemini CLI, contoh prompt, atau template repo) yang siap dipakai di teguhcoding.com.
