Skip to content
Kembali ke Feed
Amazon Siapkan TorchNeuron agar Kode PyTorch Bisa Berjalan di Trainium

Amazon Siapkan TorchNeuron agar Kode PyTorch Bisa Berjalan di Trainium

19 Oktober 20263 menit baca

Amazon memperkenalkan TorchNeuron, backend PyTorch untuk chip AI Trainium2 dan Trainium3. Perusahaan itu mengatakan developer bisa memindahkan model ke Trainium dengan perubahan kecil, seperti mengganti perangkat tujuan dari cuda ke neuron. Kodenya belum tersedia untuk umum saat pengumuman ini ditulis; beta publik berlisensi Apache 2.0 dijadwalkan mulai 20 Oktober.

Foto sampul ilustrasi oleh Panumas Nikhomkhai di Pexels; bukan foto perangkat Amazon Trainium. Digunakan sesuai lisensi Pexels.

Yang berubah ada di lapisan software

PyTorch sudah punya cara untuk mendaftarkan perangkat keras baru. TorchNeuron memanfaatkan mekanisme itu agar Trainium dikenali sebagai perangkat neuron di dalam framework. Di contoh kode yang dibagikan PyTorch, model diarahkan ke perangkat tersebut lewat model.to("neuron"). Kode yang memakai API torch.accelerator juga bisa berjalan tanpa perubahan khusus perangkat, menurut pengumuman itu.

Backend ini mendukung mode eager untuk eksperimen dan debugging, serta torch.compile untuk mengompilasi model. Developer yang perlu mengoptimalkan operasi tertentu masih bisa menulis kernel lewat Neuron Kernel Interface. Dukungan awalnya ditujukan untuk Trainium2 dan Trainium3.

Diagram alur konseptual dari model PyTorch melalui TorchNeuron dan AWS Neuron menuju chip Trainium

Alur sederhana berdasarkan dokumentasi PyTorch dan Amazon. Diagram ini menjelaskan posisi TorchNeuron, bukan jaminan bahwa semua model langsung kompatibel atau memiliki kinerja yang sama.

Amazon ingin menurunkan ongkos pindah dari CUDA

Selama ini, developer yang ingin menjalankan PyTorch di Trainium perlu menyesuaikan kode dengan antarmuka khusus AWS. GeekWire mengutip Amazon bahwa TorchNeuron memangkas langkah itu menjadi perubahan konfigurasi sederhana. Sementara itu, Reuters menempatkan pengumuman ini dalam persaingan dengan CUDA, ekosistem software Nvidia yang sudah lama menjadi pilihan utama untuk komputasi AI.

Amazon mengatakan lebih dari 30 pelanggan awal sudah mencoba TorchNeuron, termasuk perusahaan di bidang robotika, model dunia, dan AI suara. Angka itu berasal dari keterangan Amazon kepada Reuters, jadi belum menunjukkan seberapa luas perangkat lunak ini akan dipakai setelah dibuka untuk publik.

Beta publiknya baru mulai 20 Oktober

Rilis terbuka akan memberi developer kesempatan untuk memeriksa kode dan mencoba backend tersebut tanpa program beta tertutup. Namun, istilah “open source” di sini berlaku untuk software-nya: menjalankan beban kerja tetap membutuhkan akses ke mesin Trainium di AWS.

Klaim “tanpa rewrite” juga perlu diuji pada model dan pustaka yang benar-benar dipakai. Contoh resmi menunjukkan perubahan perangkat yang kecil, tetapi perpustakaan tertentu, konfigurasi distribusi, atau kebutuhan optimasi bisa menambah pekerjaan. Beta publiknya akan memberi gambaran lebih jelas soal cakupan operasi dan performa di workload nyata.

Kalau pemindahan model ternyata semudah yang dijanjikan Amazon, Trainium akan lebih mudah dicoba oleh tim yang sudah bekerja dengan PyTorch. Pertanyaan berikutnya bukan hanya apakah modelnya bisa jalan, tetapi apakah hasil dan biayanya cukup baik untuk membuat tim mau berpindah dari GPU yang sudah mereka kenal.

Baca Artikel Selengkapnya

Anda akan diarahkan ke sumber asli artikel ini.

Daftar Isi

Artikel Terkait

Model AI GoTo 27 Miliar Parameter Dukung Bahasa Daerah, tapi Butuh GPU Besar

GoTo merilis model AI 27 miliar parameter yang kartu modelnya mencantumkan enam bahasa: Indonesia, Inggris, Jawa, Sunda, Batak Toba, dan Bali. Bobotnya sudah tersedia di Hugging Face, tetapi menjalankan model dalam presisi penuh perlu sekitar 54–60 GB memori GPU. Jadi, ini lebih realistis untuk tim yang punya akses ke server GPU atau layanan cloud daripada laptop biasa.

19 Okt 20263 mntBaca →

Agen AI Mulai Mentok di Situs Besar, dari Pesan Tiket sampai Akses Rekening

Agen AI yang diminta memesan tiket atau mengurus belanja belum tentu bisa menuntaskan tugasnya. Dalam laporan 17 Oktober, The Verge(https://www.theverge.com/ai-artificial-intelligence/1013195/ai-agents-blocked-web) mencatat pengguna Meta Muse, OpenAI Dots, xAI Grok, dan Instinct menemui hambatan di sejumlah situs. Alasannya beragam: Yelp mensyaratkan lisensi data untuk trafik non-manusia, Delta belum punya integrasi pemesanan untuk agen pihak ketiga, sedangkan JPMorgan Chase dan Charles Schwab membatasi akses agen ke rekening atas pertimbangan keamanan.

19 Okt 20263 mntBaca →

Porsi Junior di Rekrutmen Teknis Anthropic Turun dari 27% ke 9%

Di Anthropic, porsi engineer junior di antara rekrutmen teknis turun dari 27% pada awal 2025 menjadi 9% dalam data terbaru perusahaan. Laporan internal yang terbit 16 Oktober itu juga mencatat runtime agen interaktif yang dipakai pegawai mencapai enam kali perkiraan jam kerja mereka pada Agustus. Angka kedua ini menghitung durasi runtime agen, bukan bukti bahwa hasil kerjanya enam kali lebih banyak.

19 Okt 20263 mntBaca →