
Anthropic Siap Revisi Draf Aturan AI Usai Dikritik
Anthropic akan memperjelas bagian draf aturan AI federal yang mengatur kapan pemerintah pusat bisa mengesampingkan aturan negara bagian. Setelah rancangan itu menuai kritik, Anthony Cimino, kepala urusan federal perusahaan, mengatakan pada 18 Oktober bahwa redaksinya perlu diperbaiki. Ia juga membuka kemungkinan meninjau ambang risiko yang bisa menjadi dasar untuk meminta pengadilan menghentikan sebuah model. Naskah revisi belum terbit, dan usulannya belum menjadi rancangan undang-undang resmi.

Gedung Capitol di Washington, D.C. Foto ilustrasi konteks kebijakan, bukan foto rapat Anthropic atau pembahasan draf. Foto oleh Thuan Vo di Pexels, digunakan sesuai lisensi Pexels.
Yang berubah masih berupa janji revisi
Cimino menyebut draf tersebut baru dibagikan ke sejumlah kecil kantor anggota Kongres yang menangani isu AI. Dalam pernyataannya di X, ia mengatakan Anthropic akan memperbarui bagian tentang preemption—ketika aturan federal mengambil alih sebagian kewenangan negara bagian—agar lebih sesuai dengan kerangka kebijakan yang sudah diumumkan perusahaan.
Kerangka Anthropic sebelumnya menyatakan bahwa Kongres seharusnya mengesampingkan aturan negara bagian hanya jika undang-undang federal yang dibuat setidaknya sama kuatnya. Cimino mengatakan negara bagian tetap perlu punya peran, antara lain dalam menetapkan standar bagi evaluator independen dan menentukan kapan sebuah lab boleh menghentikan modelnya.
Status proposal berdasarkan pernyataan Cimino dan laporan The Next Web.
Ia juga berjanji akan menyampaikan usulan tentang syarat bagi evaluator independen dan cara mencegah evaluator shopping—memilih pemeriksa yang dinilai paling lunak. Soal ambang risiko dalam draf, Cimino tidak mengumumkan perubahan angka tertentu; ia hanya mengatakan ambang itu layak ditinjau lagi.
Isi draf yang memicu keberatan
Menurut laporan Politico, versi draf yang beredar membatasi pemerintah untuk meminta pemblokiran model pada risiko yang diperkirakan segera terjadi: kerugian di atas 1 miliar dolar AS atau kematian maupun cedera serius terhadap lebih dari 50 orang. Permintaan itu harus diajukan Departemen Perdagangan ke pengadilan federal. Draf tersebut juga akan membatasi kewenangan lembaga lain untuk menghentikan model secara mandiri. Karena teksnya belum diajukan sebagai RUU, semua ketentuan itu masih usulan.
Kritik datang dari dua arah. Sejumlah pendukung keselamatan AI menilai syarat intervensi yang tinggi dan pembatasan aturan negara bagian bisa membuat model berbahaya lebih sulit dihentikan. Sebaliknya, David Sacks—yang hingga baru-baru ini menjadi penasihat AI Gedung Putih—mengatakan ambang pelatihan dalam draf bisa menjangkau terlalu banyak perusahaan rintisan. The Next Web merangkum perbedaan keberatan tersebut, sementara diskusi di r/Futurology memperlihatkan pembaca juga berdebat tentang seberapa besar kuasa yang seharusnya dimiliki pemerintah.
Belum ada aturan baru untuk pengembang
Pernyataan Cimino menunjukkan Anthropic bersedia mengubah sebagian bahasanya setelah menerima masukan. Namun, belum ada teks revisi atau jadwal penerbitannya. Sampai ada naskah baru dan proses legislasi resmi, pengembang model AI di AS belum menghadapi kewajiban baru dari draf ini. Hal yang perlu dipantau berikutnya adalah apakah revisi memberi ruang lebih jelas bagi negara bagian, memperketat standar evaluator, dan mengubah ambang intervensi yang semula dipersoalkan.
Anda akan diarahkan ke sumber asli artikel ini.


