Skip to content
Kembali ke Feed
Draf UU AI Anthropic Batasi Intervensi Negara pada Risiko 50+ Korban atau US$1 Miliar

Draf UU AI Anthropic Batasi Intervensi Negara pada Risiko 50+ Korban atau US$1 Miliar

19 Oktober 20263 menit baca

Anthropic sedang menawarkan draf aturan AI kepada anggota Kongres Amerika Serikat. Klausul yang paling mudah memantik debat membatasi kapan pemerintah bisa meminta sebuah model dihentikan: risikonya harus bisa diperkirakan dan segera, dengan potensi lebih dari 50 orang tewas atau terluka parah, atau kerugian lebih dari US$1 miliar. Usulan itu masih draf, belum menjadi hukum.

POLITICO melaporkan pada 16 Oktober bahwa Anthropic membagikan draf tersebut kepada sejumlah anggota Kongres. Laporan itu mengutip tiga orang yang mengetahui pembahasannya dan dokumen yang diperoleh redaksi. Anthropic mengatakan kepada Reuters bahwa usulan itu berangkat dari kerangka AI tingkat lanjut yang sudah dipublikasikan perusahaan.

Gedung Capitol Amerika Serikat, tempat Kongres AS bersidang

Foto ilustrasi: Gedung Capitol AS, bukan dokumentasi pertemuan Anthropic dengan anggota Kongres. Foto oleh Anthony T. Pope, CC BY-SA 4.0.

Tiga jenis risiko masuk dalam draf

Ambang korban atau kerugian itu belum cukup dengan sendirinya. Menurut laporan POLITICO yang dikutip Reuters, risikonya juga harus berkaitan dengan salah satu dari tiga skenario: pembuatan atau pelepasan senjata biologis, model yang lolos dari kendali pengembangnya, atau serangan siber.

Artinya, kekhawatiran soal keselamatan saja belum cukup untuk menghentikan model. Risikonya harus masuk ke salah satu kategori tersebut dan melewati ambang yang ditetapkan. Persoalan berikutnya: siapa yang menilai ancaman itu, dan kapan pemerintah boleh turun tangan?

Diagram alur intervensi pemerintah menurut draf AI yang dilaporkan POLITICO

Ringkasan alur berdasarkan laporan POLITICO dan Reuters; ini draf usulan, bukan aturan yang berlaku.

Evaluasi independen, tetapi prosesnya ditentukan draf

Usulan itu juga membentuk jalur evaluasi eksternal. Evaluator independen akan terdaftar di Departemen Perdagangan AS dan menilai perusahaan serta model-model tercanggihnya secara berkala. Perusahaan boleh membayar evaluator, asalkan pembayaran tidak bergantung pada hasil penilaian.

Jika evaluator menemukan salah satu risiko yang disebut dalam draf, mereka harus melaporkannya ke Departemen Perdagangan dalam 72 jam setelah evaluasi selesai. Departemen itu dapat meminta hakim federal di Washington, D.C. untuk menghentikan peluncuran atau penggunaan model. Menurut laporan Reuters, draf juga akan membatasi lembaga pemerintah lain agar tidak menghentikan pengembangan atau penggunaan model tersebut sendiri.

Di sinilah independensi evaluator jadi penting. Draf membolehkan perusahaan membayar penilai, dengan syarat bayarannya tidak bergantung pada hasil. Cara menjaga jarak evaluator dari perusahaan yang membiayainya—termasuk pengawasan dan sanksinya—masih perlu dilihat dari teks lengkap.

Apa yang masih belum pasti?

Draf tersebut juga dilaporkan akan mengesampingkan sebagian aturan negara bagian soal AI. Dalam Advanced AI Framework yang diterbitkan pada Juni, Anthropic mengatakan Kongres sebaiknya melakukan itu hanya jika aturan federal setidaknya sekuat perlindungan paling ketat yang diusulkan dalam kerangka tersebut, dan hanya untuk urusan tertentu. Laporan tentang draf baru ini belum merinci aturan negara bagian mana yang akan terdampak, jadi belum cukup untuk menilai apakah usulnya memenuhi syarat yang ditetapkan Anthropic sendiri.

Belum ada undang-undang baru yang disahkan dari usulan ini. Pembaca di r/Futurology ramai memperdebatkan ambang intervensi dan independensi evaluator. Itu menunjukkan perhatian komunitas, tetapi belum menggambarkan sikap publik secara luas.

Yang perlu dipantau berikutnya adalah apakah anggota Kongres akan mengajukan versi resmi, dan apakah isi draf berubah setelah menerima masukan. Sampai itu terjadi, angka 50 orang dan US$1 miliar adalah syarat dalam proposal Anthropic, bukan batas hukum yang sudah berlaku.

Sumber:

Baca Artikel Selengkapnya

Anda akan diarahkan ke sumber asli artikel ini.

Daftar Isi

Artikel Terkait

Laptop RTX Spark Mulai Dijual dengan Memori Terpadu hingga 128 GB

ASUS, Dell, HP, Lenovo, Microsoft, dan MSI mulai menjual laptop Windows berbasis NVIDIA RTX Spark pada 16 Oktober. Konfigurasi tertingginya(https://nvidianews.nvidia.com/news/nvidia-rtx-spark-pcs-available-today-a-new-beginning-for-windows-pcs) menawarkan memori terpadu hingga 128 GB; NVIDIA menyebut komputasi AI-nya mencapai 1 petaflop pada presisi FP4. Ruang memori sebesar ini ditujukan bagi developer yang ingin memuat model lebih besar dan menguji agent di perangkat sendiri. Data tetap di laptop hanya jika model dan integrasinya memang berjalan lokal.

19 Okt 20264 mntBaca →

Sphinx Menyisipkan Kuis Sebelum Kode AI Di-push

Begitu developer menjalankan git push, Sphinx bisa menghentikan proses itu sejenak dan mengajukan pertanyaan tentang perubahan yang hendak dikirim. Jawaban yang tepat akan meneruskan push; jawaban yang meleset memunculkan penjelasan dan skenario baru untuk dijawab. Proyek open source ini ditujukan untuk alur kerja dengan coding agent, tetapi hook-nya memeriksa setiap push yang cocok dengan aturan cabang—ia tidak tahu apakah perubahan ditulis AI atau manusia.

19 Okt 20263 mntBaca →