Skip to content
Kembali ke Feed
Laptop RTX Spark Mulai Dijual dengan Memori Terpadu hingga 128 GB

Laptop RTX Spark Mulai Dijual dengan Memori Terpadu hingga 128 GB

19 Oktober 20264 menit baca

ASUS, Dell, HP, Lenovo, Microsoft, dan MSI mulai menjual laptop Windows berbasis NVIDIA RTX Spark pada 16 Oktober. Konfigurasi tertingginya menawarkan memori terpadu hingga 128 GB; NVIDIA menyebut komputasi AI-nya mencapai 1 petaflop pada presisi FP4. Ruang memori sebesar ini ditujukan bagi developer yang ingin memuat model lebih besar dan menguji agent di perangkat sendiri. Data tetap di laptop hanya jika model dan integrasinya memang berjalan lokal.

Visual resmi ASUS yang menampilkan laptop ProArt dan PC ringkas untuk workflow kreator berbasis RTX Spark

Visual skenario resmi dari ASUS IFA 2026 Media Kit.

Satu chip, memori bersama

RTX Spark menggabungkan prosesor Grace dan GPU Blackwell dalam satu sistem. CPU dan GPU memakai pool memori yang sama, jadi developer tidak hanya mengandalkan VRAM khusus yang terpasang pada kartu grafis. NVIDIA menawarkan kapasitas hingga 128 GB, tetapi jumlah pastinya bergantung pada model laptop yang dibeli.

NVIDIA menempatkan perangkat ini untuk kerja AI lokal. Perusahaan juga menyiapkan panduan pemasangan agent seperti GitHub Copilot, Hermes, dan OpenClaw. Daftar integrasi itu tidak berarti semua modelnya berjalan lokal; developer tetap perlu memilih model dan layanan yang sesuai. Laptop ini membawa CUDA, ekosistem yang banyak dipakai untuk mengembangkan dan menjalankan aplikasi AI.

Hasil uji workload agent Qwen 3.8 27B di beberapa perangkat menurut Artificial Analysis

Artificial Analysis menguji replay tugas agent yang sama di beberapa perangkat. Konfigurasi model dan software berbeda antarperangkat, dan waktu menjalankan tool tidak dihitung.

Tes awal: satu workload selesai dalam 18,7 menit

Artificial Analysis menguji laptop RTX Spark 128 GB dengan Qwen 3.8 27B dalam rangkaian delapan tugas, total 168 giliran model. Replay itu selesai dalam 18,7 menit. DGX Spark mencatat 17,3 menit, sementara MacBook Pro M5 Pro dengan memori 64 GB menyelesaikannya dalam 37,6 menit.

Angka itu hanya menggambarkan satu konfigurasi dan satu jenis pekerjaan. Artificial Analysis memakai runtime dan format bobot yang berbeda pada tiap perangkat, dan waktu tool seperti membuka berkas atau menjalankan perintah tidak masuk hitungan. Pengujian ini mengukur waktu model menjawab rangkaian prompt agent; durasi developer menuntaskan pekerjaan dari awal sampai akhir bisa berbeda.

Linux native masih dirintis komunitas

Jalur yang NVIDIA siapkan saat peluncuran berpusat pada Windows on Arm dan WSL. Jika tim mengandalkan Linux yang terpasang langsung di laptop, statusnya belum setara: daftar komunitas RTX Spark di GitHub menyebut dukungan native N1X masih tahap uji awal, dengan kernel dan driver yang dimodifikasi. Pengujian yang dicatat baru mencakup dua laptop, ASUS ProArt P14 dan Dell XPS 16.

Diskusi r/LocalLLaMA tentang konfigurasi RTX Spark 128 GB juga berputar pada pertanyaan praktis: seberapa cepat model berjalan di laptop, seberapa berguna kapasitas besar itu, dan apakah harganya masuk akal. Komentar forum bukan pengujian performa, tetapi menunjukkan hal yang ingin diketahui calon pengguna setelah angka kapasitas diumumkan.

Menarik untuk AI lokal, mahal untuk kebutuhan umum

Dalam ulasan awal Windows Central, GPU RTX Spark dinilai kuat untuk model AI lokal, sementara kinerja CPU-nya berada di bawah beberapa chip laptop kelas atas. Harga dan kapasitas memori berbeda antarprodusen. Artificial Analysis memperkirakan konfigurasi Surface Laptop Ultra 128 GB yang mereka uji berharga sekitar US$5.899,99 pada Oktober; harga itu bukan patokan untuk semua laptop RTX Spark. Bagi developer yang rutin menguji model besar atau agent secara lokal, memori bersama dan dukungan CUDA bisa mengurangi kebutuhan mengirim beban inferensi ke API berbayar.

Untuk coding harian yang sebagian besar berjalan di cloud, 128 GB memori lokal mungkin berlebihan. Cek kapasitas SKU, dukungan tool, dan benchmark pada model yang benar-benar dipakai tim. Bagi pengguna Linux native, keputusan membeli juga bergantung pada kapan dukungan N1X masuk ke kernel dan driver standar; jalur yang disiapkan saat peluncuran masih Windows on Arm dan WSL.

Sumber

Kredit gambar

Baca Artikel Selengkapnya

Anda akan diarahkan ke sumber asli artikel ini.

Daftar Isi

Artikel Terkait

Sphinx Menyisipkan Kuis Sebelum Kode AI Di-push

Begitu developer menjalankan git push, Sphinx bisa menghentikan proses itu sejenak dan mengajukan pertanyaan tentang perubahan yang hendak dikirim. Jawaban yang tepat akan meneruskan push; jawaban yang meleset memunculkan penjelasan dan skenario baru untuk dijawab. Proyek open source ini ditujukan untuk alur kerja dengan coding agent, tetapi hook-nya memeriksa setiap push yang cocok dengan aturan cabang—ia tidak tahu apakah perubahan ditulis AI atau manusia.

19 Okt 20263 mntBaca →

DeepSeek Buka API Search dan Fetch untuk Agen AI

DeepSeek membuka dua endpoint API untuk memberi agen AI akses ke web: Search menemukan halaman dari kueri, sedangkan Fetch mengambil satu URL dan mengembalikan isinya dalam Markdown. Pengumuman mesin pencari buatannya tercatat di changelog DeepSeek pada 17 Oktober(https://api-docs.deepseek.com/updates/). Tarif tiap endpoint US$0,75 per 1.000 permintaan sukses. Panggilan tool sisi server melalui DeepSeek Harness, Claude Code, atau Codex masih gratis sampai 1 November, menurut halaman harga DeepSeek(https://api-docs.deepseek.com/quickstart/pricing/).

19 Okt 20263 mntBaca →